INILAH.COM, Washington - Badan pengawas kesehatan AS
menyetujui alat elektronik berupa retina buatan yang dapat dicangkokkan
untuk menolong penderita kekurangan penglihatan. Seperti apa?
Federal Drug Administration
(FDA) atau Badan Pengawas Pangan dan Obat-Obatan AS menyetujui retina
buatan yang pertama, yakni alat elektronik yang dapat dicangkokkan dan
dapat memulihkan penglihatan yang terbatas bagi penderita retinitis pigmentosa atau orang yang buta karena penyakit mata genetik yang jarang.
Alat
berbentuk kacamata bernama Argus II ini memiliki prinsip kerja
menggunakan sensor cahaya elektronik (kamera) yang melakukan fungsi
retina. Hal ini terhubung ke salah satu saraf optik, atau langsung ke
otak sehingga sinyal yang dapat ditransmisikan.
Alat ini memiliki
kamera yang dipasang di bagian tengah di antara mata. Gambar yang
ditangkap oleh kamera diubah menjadi sinyal yang ditransmisikan ke
implan di mata.
Argus II tidak memulihkan sepenuhnya penglihatan,
tetapi memungkinkan pengguna mengindera kontras sinar dan gelap. Alat
ini juga bisa mendeteksi gerakan dan bentuk-bentuk yang penting, seperti
tempat penyeberangan pejalan kaki di jalan, mobil atau orang yang dekat
dan beberapa angka yang ditulis besar.
Sejumlah gambar tersebut
ditangkap hanya dalam warna hitam dan putih, bukan warna lain. Kelak
pembuat retina itu berharap akan mencangkokkan alat itu bukan dalam mata
tetapi dalam bagian otak yang memroses penglihatan atau visual cortex, yang dapat mengurangi kebutaan dari semua sebab.
Argus
II disebutkan sudah melewati percobaan klinis manusia di AS dan Eropa
selama beberapa tahun terakhir. Alat ini menawarkan harapan baru bagi
orang yang menderita retinitis pigmentosa yang sudah agak parah. Retinitis pigmentosa merupakan kelainan yang memburuk dan merusak lapisan sel yang peka sinar di belakang mata.
Dilansir VOA, Argus
II telah disetujui di Eropa pada 2011 untuk digunakan kelompok orang
yang lebih luas, dengan kebutaan yang parah yang disebabkan berbagai
penyakit retina.






0 komentar:
Posting Komentar