Senin, 18 Februari 2013

Kacamata Canggih Ini Bantu Penyandang Tunanetra

INILAH.COM, Washington - Badan pengawas kesehatan AS menyetujui alat elektronik berupa retina buatan yang dapat dicangkokkan untuk menolong penderita kekurangan penglihatan. Seperti apa?
HeadlineFederal Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Pangan dan Obat-Obatan AS menyetujui retina buatan yang pertama, yakni alat elektronik yang dapat dicangkokkan dan dapat memulihkan penglihatan yang terbatas bagi penderita retinitis pigmentosa atau orang yang buta karena penyakit mata genetik yang jarang.
Alat berbentuk kacamata bernama Argus II ini memiliki prinsip kerja menggunakan sensor cahaya elektronik (kamera) yang melakukan fungsi retina. Hal ini terhubung ke salah satu saraf optik, atau langsung ke otak sehingga sinyal yang dapat ditransmisikan.

Alat ini memiliki kamera yang dipasang di bagian tengah di antara mata. Gambar yang ditangkap oleh kamera diubah menjadi sinyal yang ditransmisikan ke implan di mata.
Argus II tidak memulihkan sepenuhnya penglihatan, tetapi memungkinkan pengguna mengindera kontras sinar dan gelap. Alat ini juga bisa mendeteksi gerakan dan bentuk-bentuk yang penting, seperti tempat penyeberangan pejalan kaki di jalan, mobil atau orang yang dekat dan beberapa angka yang ditulis besar.
Sejumlah gambar tersebut ditangkap hanya dalam warna hitam dan putih, bukan warna lain. Kelak pembuat retina itu berharap akan mencangkokkan alat itu bukan dalam mata tetapi dalam bagian otak yang memroses penglihatan atau visual cortex, yang dapat mengurangi kebutaan dari semua sebab.
Argus II disebutkan sudah melewati percobaan klinis manusia di AS dan Eropa selama beberapa tahun terakhir. Alat ini menawarkan harapan baru bagi orang yang menderita retinitis pigmentosa yang sudah agak parah. Retinitis pigmentosa merupakan kelainan yang memburuk dan merusak lapisan sel yang peka sinar di belakang mata.
Dilansir VOA, Argus II telah disetujui di Eropa pada 2011 untuk digunakan kelompok orang yang lebih luas, dengan kebutaan yang parah yang disebabkan berbagai penyakit retina.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More