Senin, 02 September 2013

41% Penipuan Online Sukses Kelabui Pengguna

HeadlineINILAH, Jakarta – Maraknya penipuan online yang terjadi saat ini ternyata 'sukses' mengelabui para pengguna.

Berdasarkan Survei Kaspersky Consumer Security Risks, penelitian global yang dilakukan B2B International dan Kaspersky Lab pada Juni 2013 hingga September 2013, sebanyak 41% pengguna komputer kehilangan uang akibat penipuan cyber dan gagal mendapatkan kembali uang mereka.

Secara teori, bahkan jika para penipu berhasil mencuri uang dari akun perbankan elektronik (e-banking) atau pembayaran elektronik (e-payment), uang yang hilang bisa dikembalikan oleh pihak bank atau melalui jalur hukum.

Namun survei B2B International memperlihatkan bahwa tidak ada jaminan bahwa uang pengguna bisa kembali sepenuhnya. Demikian seperti dikutip dari keterangan resmi Kaspersky Indonesia.

Dari seluruh pengguna yang kehilangan uang secara online, hanya 45% berhasil mendapatkan kembali uang mereka secara penuh.

Sisanya berhasil mendapatkan kembali sebagian uang mereka (14%) namun 41% lainnya tidak berhasil mendapatkan kembali sepeser pun uang mereka.

Menurut 33% responden korban penipuan online, uang mereka sulit kembali jika hilang pada saat melakukan pembayaran elektronik.

Sebanyak 17% responden kehilangan uang ketika melakukan transaksi perbankan elektronik, dan 13% responden yang kehilangan uang adalah pelanggan toko online.

Bank dan toko online lebih sering mengembalikan uang pelanggan, dibanding sistem pembayaran elektronik.

Secara umum, hanya 12% pelanggan online dan 15% pelanggan bank yang menerima kompensasi penuh atas hilangnya uang mereka akibat serangan berbahaya.

Hanya satu dari 10 responden beruntung mendapatkan kembali uang mereka secara penuh.

Di saat yang sama, banyak pengguna yang tetap yakin bahwa pemilik layanan online memberikan perlindungan yang cukup atas transaksi yang dilakukan.

Hasil survei B2B International juga menunjukkan bahwa 45% responden percaya bahwa bank bertanggung jawab untuk mengembalikan uang mereka yang hilang ketika melakukan transaksi.
Sementara, 42% responden lainnya menyatakan bank harus memberikan tools keamanan gratis untuk melindungi transfer uang pelanggan.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More