MEMANG sangat diharapkan jika seorang siswa kelas 12
SMA diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit apalagi tanpa tes.
Pun juga diterima di jurusan yang juga lumayan menjanjikan atau memang
secara umum banyak yang menginginkannya karena prospek yang cerah dan
masa depan yang jelas.
Ketika seorang siswa melihat pengumuman di
halaman/situs SNMPTN dan melihat namanya "diterima" di PTN
tertentu,pastinya akan bahagia dan membuat bangga orangtuanya.
Akan
tetapi, semua itu tidak instan dan serta merta bahwa semua siswa yang
terdaftar dalam SNMPTN diterima di PTN. Persepektif ini tentu saja
membuat paling tidak siswa down, males, galau atau bahkan tidak
minat untuk lanjut kuliah tertutama di PTN. Tapi tenang, ini hanya
persepektif saja kok, diresapi boleh tidak juga enggak masalah. Nah, apa sih sebenarnya SNMPTN itu?
Seleksi
Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) adalah suatu jalur
masuk Perguruan Tinggi Negeri dengan aspek penilaian: Nilai rapor, Ujian
Nasional serta komponen lainnya menurut aturan masing-masing PTN.
Dulunya ini disebut SNMPTN Undangan dan dulunya ada juga yang bilang
Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK).
Setiap tahun sistem penerimaan mahasiswa baru selalu di-upgrade atau
selalu ditingkatkan mutu, pelayanan serta kualitasnya. 2011 merupakan
awal munculnya SNMPTN. Waktu itu saya masih duduk di bangku kelas 12
SMA, SNMPTN masih berformat SNMPTN Undangan.
SNMPTN Undangan
hanya bisa diikuti siswa yang memiliki rangking 50% di kelas, dan yang
menjadi aspek penilaian adalah nilai rapor semester 3-5. Namun waktu itu
banyak siswa yang berpikiran kalau terdaftar dalam SNMPTN Undangan
pasti diterima.
Yah, akhirnya milih jurusan ya sesuai dengan
keinginan dan tren waktu itu. Hasilnya bisa diprediksi, banyak siswa
yang gagal di SNMPTN Undangan dan hanya beberapa siswa yang diterima.
Saya hitung satu kelas cuma 4-5 orang yang keterima, padahal yang bisa
ikut 20 siswa.
Hal ini menggambarkan bahwa SNMPTN tidak bisa
sekadar siswa menyetorkan nilai rapor, tetapi bagaimana mencari peluang
sebesar mungkin dari sekian ratus ribu pendaftar. Nah,
kebanyakan siswa ketika sudah unggul dalam nilai atau bahkan ranking
satu paralel lupa bahwa sebenarnya persaingan bukan satu sekolah saja.
Bisa
jadi dia memiliki rata-rata di atas 85, tetapi pas mendaftar di satu
jurusan justru nilainya malah paling rendah. Tapi bisa juga siswa yang
rata-rata 82 diterima dijurusan yang dia pilih. Hal inilah yang harus
diperhatikan siswa kelas 12 sebelum mendaftar dan memilih jurusan di
laman www.snmptn.ac.id.
Jika
dilihat secara kasat mata SNMPTN terlihat menjanjikan. Dari semua kuota
jalur masuk, jalur ini yang paling banyak menerima mahasiswa yakni 50%
dari total kuota penerimaan. Namun, kebanyakan siswa tidak sabar dan
ingin segera mendaftar di jurusan yang didambakan tanpa mempertimbangkan
segala hal.
Dalam SNMPTN aspek yang dinilai adalah nilai raport,
nilai UN, akreditasi sekolah, alumni, piagam/serifikat dan aspek lain
menurut masing-masing PTN. Jika dibandingkan dengan tahun-tahun
sebelumnya, SNMPTN kali ini mengalami peningkatan daya tampung dan
jumlah pendaftar yang bisa mengikuti.
Namun, apakah hal tersebut
semua siswa kelas 12 mengetahui? Yah, dalam hal ini perlu juga dari
panitia untuk menyampaikan beberapa hal, minimal ya sosialisasi ke
sekolah-sekolah. Pun juga ada anggaran dari pemerintah untuk membantu
adik-adik melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Hal itu juga akan
membantu siswa memahami aturan, ya setidaknya bisa mencari peluang untuk
bisa lolos di jalur nasional tersebut. Yah, siapa sih yang enggak ingin
lolos jalur bergengsi tersebut?
Satu hal yang menjadi perhatian
lebih adalah nilai rapor dari semester 1-5. Memang aturan SNMPTN nilai
rapor yang dicantumkan adalah dari semester 1 sampai dengan 5. Tetapi,
dalam hal ini siswa tidak bisa mengetahui nilai siswa yang ada di
sekolah lain. Hal inilah menurut saya yang menjadi kelemahan SNMPTN.
Siswa
tidak bisa mengetahui nilai pesaingnya di sekolah lain dan akan sulit
untuk memprediksikannya. Kalo pun dilihat dari tingkat ketetatan nilai
rapor tahun lalu juga sulit karena nilai mengalami peningkatan atau
penurunan dari siswa setiap tahunnya. Bisa jadi di jurusan A yang tahun
sebelumnya nilai 80 masuk, mungkin tahun ini nilai tersebut malah berada
di bawah yang keterima. Di atas sudah dijelaskan yang rata-ratanya di
atas 85 tidak lolos, namun yang rata-ratanya 82 lolos.
Maka dari
itu, saya mengimbau pada seluruh siswa kelas 12 baik SMA atau SMK yg
menginginkan bangku kuliah melalui SNMPTN, pikirkanlah secara matang.
Jika ingin lolos, ya cari peluang, pelajari, baca buku, baca koran,
media sosial atau yang lainnya. Sekarang zamannya teknologi informasi,
ya paling ngga tahu dikit lah mengenai info-info terkini seputar SNMPTN.
Pilihlah
jurusan yang sesuai dengan kemampuanmu. Artinya sesuaikanlah dengan
nilai rapormu, kemampuan analisa dan berpikirmu. Yah kalau ingin
menyesuaikan dengan passionnya silakan. Karena suatu jurusan.
Jangan sampai gara-gara tidak diterima di PTN, malah merusak masa depan
dengan bunuh diri, minum racun atau dan sebagainya, naudzubillah.
Persiapkan
dirimu untuk jalur lainnya seperti SBMPTN, Ujian Mandiri, dan
sebagainya jika kamu benar-benar ingin masuk PTN. Jangan lupa minta
restu orangtua, guru, teman agar jalanmu dimudahkan menuju masa depan
yang lebih baik. Jangan terlena hanya dengan label, "Anda terdaftar
sebagai peserta SNMPTN" yang memperlihatkan foto Anda berseragam di
kartu peserta.






0 komentar:
Posting Komentar